HUBUNGAN IBADAH DENGAN REZEKI, Jaminan Rezeki bagi Penuntut Ilmu dan Orang-Orang Shalih – Ust. Abu Abdirrahman Al-Hajjamy, MA.

hubungan ibadah vs rezeki

Hari ini banyak yang bertanya,

ADAKAH HUBUNGAN IBADAH
DENGAN REZEKI ?

Banyak orang yang merasa terbebani dengan orang-orang yang menjadi tanggungannya. Mereka merasa sebab mereka-lah mereka dapat hidup layak sampai kemudian tidak sedikit yang akhirnya meremehkan orang-orang yang menjadi tanggungannya tersebut, benarkah demikian? Mari kita renungkan bersama firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berikut ini,

Jaminan Rezeki bagi Penuntut Ilmu dan Orang-Orang Shalih

Allah Ta’ala berfirman,

﴿…وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا …﴾

“… Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. At-Talaq: 2-3)

Allah Ta’ala juga berfirman,

﴿ وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ ﴾

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf: 96)

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ أَخَوَانِ عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَكَانَ أَحَدُهُمَا يَأْتِى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- وَالآخَرُ يَحْتَرِفُ فَشَكَا الْمُحْتَرِفُ أَخَاهُ إِلَى النبي صلى الله وعليه سلم٬ فقال : ” لعلك ترزق به.“ واه الترمذى بإسناد صحيح على شرط مسلم لعلك ترزق به.

Anas ra. berkata, “Di zaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ada dua orang bersaudara, satu orang menyertai Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk mencari ilmu, sedangkan yang satunya bekerja. Lalu, orang yang bekerja mengadukan saudaranya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangkali rezeki yang diberikan kepadamu adalah karena dia.” (HR. Tirmidzi dengan sanad shahih menurut syarat Imam Muslim)

HIKMAH AYAT DAN HADITS

Dua ayat di atas menunjukkan bahwa keimanan dan ketaqwaan yang benar akan menjadi asbab utama datangnya rezeki barokah, bahkan bumi dan langit-pun akan bersahabat dengan manusia tersebut. Hujan ataupun angin tidak lagi menjadi bencana namun yang terjadi justru sebaliknya mereka membawa kebaikan bukan hanya bagi manusia tapi juga seluruh makhuk Allah di muka bumi ini.

Hadits di atas menggambarkan bahwa apabila di antara ahli keluarga ada yang menyibukkan diri untuk menuntut ilmu, beribadah, berjihad ataupun berda’wah terkadang mereka mendapat tantangan yang pertama adalah dari keluarganya sendiri karena para ahli keluarga yang belum paham merasa terbebani. Dan itu merupakan Sunnatullah.

Padahal hakikatnya justru dengan adanya ahli keluarga yang shalih tersebut maka Allah permudah rezekinya serta diberkati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala namun, hal tersebut terkadang tidak disadari oleh para ahli keluarga yang belum paham tersebut karena mereka berfikir mereka-lah yang mencari rezeki.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

” لَعَلَّكَ تُرْزَقُ بِهِ.“

La’alla arti sebenarnya adalah semoga, namun dalam ushul hadits dan fiqh serta ushul tafsir dikatakan bahwa dalam Al-Qur’an dan Hadits makna La’alla tidak diartikan sebagai semoga (karena hal itu mengandung keraguan) namun bermakna pasti. Maka terjemahannya adalah “Pasti karena saudaramu yang menuntut ilmu maka engkau mendapat rezeki.”

Apabila ada hamba Allah yang sibuk dengan ilmu agama, da’wah atau ibadah pasti Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menyiapkan orang-orang yang akan mencukupi kebutuhannya, namun jangan menganggap orang yang mencukupi itu lebih baik dari yang dicukupi karena sesungguhnya rezeki yang datang kepadanya disebabkan karena keshalihan orang yang menuntut ilmu atau shalih tersebut sebagaimana ayat di atas. Keadaan kedua jenis orang tersebut adalah ujian untuk keduanya.

Hadits ini juga menegaskan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan umatnya untuk membantu dan memperhatikan orang-orang yang mengorbankan waktu, jiwa dan raganya untuk agama Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hadits di atas dengan jelas mengisyaratkan bahwa rezeki yang diperoleh saudaranya (yang mencukupi) adalah karena orang-orang yang menjadi tanggungannya, dan ini berarti kita tidak boleh meremehkan orang-orang yang berada di bawah tanggungan kita dan melarang kita untuk bakhil, karena setiap hamba Allah mempunyai jatah rezeki masing-masing dan saat itu rezeki tersebut Allah lewatkan melalui kita.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh  Imam Bukhari dalam Shahihnya.

وعن مصعب بن سعد – رضي الله عنه – قال : رأى سعد أن له فضلا على من دونه ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” هل تنصرون وترزقون إلا بضعفائكم ؟ ! “ . رواه البخاري .

Dari Mush’ab bin Sa’d ra. (putra dari Sa’d bin Abi Waqash ra.) berkata, “Sa’d ra. melihat (mengira) bahwa dirinya mempunyai keutamaan -yang lebih, seperti keberaniaan dan kedermawanan dan lain sebagainya- di atas orang lain (dari kalangan fakir dan miskin), maka bersabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam “Bukankah kalian ditolong dan diberikan rezeki kecuali karena orang-orang yang lemah dikalangan kalian.”

Dalam riwayat Abu Nu’aim rah. dalam Al-Hilyah terdapat tambahan lafazh,

هل تنصرون إلا بضعفائكم بدعوتهم وإخلاصهم

Tidaklah kalian ditolong kecuali karena orang-orang yang lemah dari kalian yaitu dengan do’a-do’a mereka serta keikhlasan mereka.”

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan taufiq dan hidayahnya untuk dapat mengamalkan ayat dan hadits di atas. Amiin…

Wallahu a’lam bish-shawab….

——————————————————————————————————————-

Penulis : Ust. Abu Abdirrahman Al-Hajjamy, MA.
(Serpong, 9 Rajab 1435 H. / 9 Mei 2014)

PERHATIAN !!!

Diperbolehkan mengcopy serta memperbanyak content tulisan ini untuk kepentingan Da’wah Islamiyah dengan menyertakan sumber : https://alaminiyah.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s