Dayyuts, Lelaki yang Haram Masuk Surga – Ust. Abu Abdirrahman Al-Hajjamy, MA.

dayyuts

PROFIL LELAKI YANG HARAM MASUK SURGA

Di zaman yang serba modern ini dimana Hak Asasi Manusia serta emansipasi wanita telah kebablasan, apabila ada laki-laki atau suami yang melarang istri atau putrinya dari pergaulan bebas, salah satu contohnya ketika suami atau seorang ayah memerintahkan istri atau putrinya untuk menutup aurat, mereka malah langsung mengecap ayah atau suami jadul, tidak modern dan sebagainya…

Namun sebaliknya ketika ayah/suami membiarkan bahkan mendukung perbuatan anak/istri/saudari perempuannya melakukan pergaulan bebas seperti, membiarkan anak perempuannya berpacaran atau membiarkan istrinya bergaul dekat dengan pria lain mereka justru mengatakan bahwa ayah/suami/saudara mereka adalah laki-laki yang bijaksana.

Terlihat jelas dihadapan kita mereka (wanita-wanita) yang melakukan itu justru dengan bangganya memamerkan perbuatan mereka.

Dimana ayah/suami/saudara mereka?

Harusnya mereka geram melihatnya dan dengan cepat menyetop semua yang dilakukan anak/istri/saudarinya.

Terlebih lagi, para ayah/suami/saudara dari para public figure (artis/model/penyanyi atau yang sejenisnya) yang membiarkan putri/istri/saudari mereka berperan/berpose mesra dengan lawan jenisnya, mereka mengganggap itu hal biasa dan mengatakan itu hanya tuntutan peran semata. –Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un

Betapa dangkalnya pemikiran seperti itu, kebanggaan semu yang mereka harapkan, dunia yang mereka cari sampai-sampai meninggalkan kebutuhan akan akhirat. Mereka langgar syariat Allah, mereka tidak takut akan dosa jariyah yang akan terus mereka dapatkan apabila banyak orang yang mencontoh mereka.

Gambaran kehidupan di atas itulah potret lelaki yang haram masuk surga. Merekalah yang dikatakan dayyuts oleh Rasulullah Saw.

Kembalilah kepada Islam… Islam-lah satu–satunya ajaran yang sangat memperhatikan serta mengatur hubungan sesama manusia agar menjadi masyarakat yang mulia dan terhormat.

MAKNA DAYYUTS

Makna dayyuts yang disepakati oleh para ulama adalah suami yang membiarkan istrinya selingkuh.

Imam Adz-Dzahabi rah. dalam kitabnya Al-Kabaair, memasukkan perilaku tersebut sebagai salah satu dosa besar, Beliau rah. juga mengatakan jika telah mengetahui istrinya berselingkuh (berzina) dan dia membiarkannya, maka Allah telah haramkan surga ke atasnya, karena Allah telah menulis di pintu Jannah “kamu haram dimasuki seorang dayyuts”.

Pengertian dayyuts sendiri adalah seorang lelaki/suami yang tidak memiliki kecemburuan terhadap keluarga/istrinya. Demikian diterangkan Ibnul Atsir rah. dalam An-Nihayah fi Gharibil Hadits.

Sebagian ulama ada yang mengartikan lebih luas lagi, bahwa dayyuts adalah orang yang tidak terusik (cemburu) atas perbuatan haram yang terjadi dalam rumah tangganya, ia ridha atas kemaksiatan dan perbuatan keji yang dilakukan oleh anggota keluarganya. Rasulullah Saw. mengancamnya dalam hadits berikut :

“ثَلاَثَةٌ لاَ يَنْظُرُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ : الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ وَالْمَرْأَةُ الْمُتَرَجِّلَةُ وَالدَّيُّوْثُ.”

“Tiga golongan manusia yang Allah Azza wa Jalla tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, yaitu; orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai laki-laki dan dayyuts.” (HR. An-Nasa`i No. 2562, Al-Hakim, Al-Baihaqi dan di-shahih-kan Asy-Syaikh Al-Albani rah. dalam Ash-Shahihah No. 673, 674)

Dalam riwayat Al-Imam Ahmad rah. (2/127) disebutkan dengan lafadz:

“ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ، وَالْعَاقُّ، وَالدَّيُّوْثُ الَّذِي يُقِرُّ فِي أَهْلِهِ الْخُبْثَ.”

“Tiga golongan manusia yang Allah Tabaraka wa Ta’ala mengharamkan surga bagi mereka, yaitu pecandu khamr, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dan dayyuts yang membiarkan kefasikan dan kefajiran dalam keluarganya.” (Diriwayatkan juga oleh An-Nasa’i, Ath-Thabrani No. 13180 dan di-shahih-kan oleh Asy-Syaikh Albani rah. dalam Ash-Shahihah No. 3063 dan juga dalam Shahih jami’ Ash-Shagir No. 3062)

Al-Imam Adz-Dzahabi rah. Dalam kitabnya Al-Kabaair mengatakan di antara sebab-sebab lelaki menjadi dayyuts, adalah “Seseorang yang memperkirakan istrinya berbuat serong, lalu ia berpura-pura tidak mengetahuinya karena cintanya kepada istrinya itu, atau karena ia masih punya hutang padahal ia orang yang lemah (istrinya yang bekerja misalnya), atau karena mas kawinnya yang besar atau karena ia mempunyai anak yang masih kecil-kecil dan jika istrinya itu mengajukan kepada hakim sang hakim akan memutuskan istrinya lebih berhak mengurus anak-anaknya, sehingga ia tidak bisa mengambil, tindakan apa-apa terhadap istrinya itu, sungguh tidak ada kebaikan sama sekali padanya, pada orang yang tidak lagi memiliki kecemburuan.”

Semoga Allah Swt. menganugerahkan kepada kita kesejahteraan bathin dari segala bala’ dan ujian. Sesungguhnya Dia Maha Memberi lagi Maha Pemurah.

——————————————————————————————————————-

Penulis : Ust. Abu Abdirrahman Al-Hajjamy, MA.
(Serpong, 4 Jumadil Akhir 1435 H. / 4 April 2014)

PERHATIAN :

Diperbolehkan mengcopy serta memperbanyak content tulisan ini untuk kepentingan Da’wah Islamiyah dengan menyertakan sumber : https://alaminiyah.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s